Dalam report untuk Hashiya Foundation (darimana saya memperoleh
beasiswa), saya menuliskan kalau di Indoneia itu sedikit sekali
perguruan tinggi yang punya master dan doktoral program, terlebih kalau
di luar Jawa, khususnya untuk bidang saya (listrik arus lemah).
Universitas tertua di Sumatera saja, katakanlah USU, baru ancang-ancang
mau buka program S2, (mudah-mudahan bisa terealisasi dalam waktu dekat).
Sebagai akibat kehampirtiadaan program master dan doktoral untuk banyak
jurusan (saya tidak punya data lengkap, hanya menurut pengamatan),
mahasiswa dari luar jawa (yang saya tahu dari Banda Aceh, Medan dan
Makasar, Gorontalo, dlll banyak tempat yang gak saya ingat, untuk
bidang saya), terpaksa harus sekolah ke Pulau Jawa.
Seandainya semua universitas yang diluar Jawa itu punya program master
dan doktoral sendiri, dengan kualitas yang berimbang dengan yang ada di
Jawa, tentu akan mudah bagi masayarakat setempat mengakses pendidikan
tinggi.
Begitulah kira-kira sebagian isi dari report saya tersebut.
Yang membuat saya sedikit sedih adalah, waktu makan siang, seorang
anggota foundation menanyakan kembali hal itu secara langsung ke saya.
Apakah memang universitas kebanyakan tidak punya program master dan
doktoral, terutama yang di luar Jawa ?
Mungkin dia tidak percaya dengan keadaan pendidikan tinggi Indonesia
yang kalau tidak boleh dibilang terbelakang, yah tidak merata lah.
Saya baru cerita tentang pendidikan tinggi, bagaimana kalau saya bilang
rakyat yang kekurangan makan dan kekurangan gizi aja masih banyak.
Bagaimana ?
Dari situ saya berkata pada diri sendiri. Yang tahu apa yang kita
butuhkan untuk kita, untuk bangsa kita adalah kita sendiri. Yang tahu
bagaimana cara penyelesaian terbaiknya juga diri kita sendiri. Dan yang
akan merasakan hasilnya kalau apa-apa yang kita butuhkan itu berhasil
kita dapatkan, juga diri kita sendiri.
Pertanyaannya: Saya tahu apa yang saya ingin (butuh) sehubungan dengan
pendidikan tinggi seperti saya ceritakan di atas. Saya mungkin tahu
bagaimana mecapainya. Namun, apakah banyak orang yang ingin (butuh) hal
yang sama seperti saya, yang bisa menjadi teman seperjuangan ?
=============================================================================
Huaaa,.huaa,.. setelah saya baca lagi, ternyata kok mengebu-gebu banget
ya,...Yah mudah-mudah bukan keinginan besar tenaga kurang